Jumat 9 Januari 2026, suasana di Gereja Santo Servatius, Paroki Kampung Sawah, begitu penuh dengan kehangatan dan sukacita Natal. Pada hari yang istimewa ini, anak-anak TK ,SD dan SMP dari komplek Strada Kampung Sawah berkumpul untuk merayakan Misa Natal bersama.

Romo Romanus Wahono Wegig,SJ memimpin perayaan Ekaristi pagi itu. Dalam sambutan pembuka, beliau menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk berkumpul bersama, merayakan kelahiran Kristus dalam kebersamaan yang penuh kasih. “Hari ini, kita tidak hanya merayakan Natal, tetapi juga merenungkan bagaimana Allah hadir dalam diri kita. Natal mengajarkan kita bahwa Allah hadir bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk hidup di dalam diri setiap orang yang mau membuka hati.” ujar Romo Wegig dengan penuh kehangatan.

Misa dimulai dengan lagu pembukaan yang indah, dinyanyikan oleh paduan suara gabungan anak-anak SD serta diiringi dengan tarian perarakan saat proses masuknya para petugas misa. Hal ini menciptakan suasana yang begitu khidmat  dan tanda bahwa misa akan dimulai dengan penuh sukacita.

Saat homili, Romo Wegig mengajukan sesi tanya jawab kepada anak-anak tentang Santa Claus “anak-anak baju santa claus warna apa ya?” anak-anak menjawab dengan penuh antusiame dan semangat “merah romo”.  Romo Wegig merespon dengan menyampaikan makna lambang warna baju Santa Claus  ” Warna merah pada baju Santa melambangkan kasih yang besar dan pengorbanan. Seperti kasih Allah yang hadir dalam kelahiran Yesus, warna merah mengingatkan kita untuk menghadirkan kasih itu dalam sikap sabar, peduli, dan mau berbagi dengan orang lain. Warna putih pada baju Santa melambangkan ketulusan dan hati yang bersih. Allah hadir dalam diri kita ketika kita memiliki hati yang jujur, mau mengampuni, dan mau berbuat baik tanpa pamrih. Warna hitam pada sabuk Santa melambangkan keteguhan dan pengendalian diri. Kehadiran Allah menguatkan kita untuk mampu memilih yang baik, menahan diri dari perbuatan yang menyakiti orang lain, serta hidup sesuai nilai kebaikan. Sementara itu, Warna emas pada gesper Santa melambangkan kemuliaan dan harapan. Allah yang hadir dalam diri kita memberi terang, harapan, dan semangat baru untuk menjadi berkat bagi sesama”.

Misa diakhiri dengan doa penutup dan berkat Natal dari Romo Wegig. Sebelum meninggalkan gereja, beliau memberikan pesan khusus, ” Kehadiran Allah tampak melalui kasih, kebaikan, dan perhatian yang kita bagikan kepada sesama. Pesan ini dapat kita pahami melalui simbol sederhana yang dekat dengan anak-anak, yaitu warna baju Santa Claus.”

Suasana sukacita terasa semakin lengkap dengan nyanyian penutup “Hai Dunia Gembiralah”, yang dinyanyikan bersama oleh seluruh umat. Hari itu bukan hanya menjadi perayaan kelahiran Kristus, tetapi juga momen penuh makna untuk merenungkan pentingnya peduli dan berbagi kasih kepada sesama, sebagaimana diteladankan oleh Sang Juruselamat. 🎄✨

Sebarkan artikel ini